Ornamen jagoan dalam desain taman tidak lain dengan menghadirkan gazebo. Tidak hanya menambah nilai keindahan taman anda, keberadaan gazebo semakin mewujudkan keinginan anda untuk menyatu dengan alam. Bagaimana cara memilih jenis dan desain gazebo untuk mempermanis taman anda? Dan bagaimana desain taman anda dirancang agar siap untuk menyatu dengan kehadiran gazebo?
Gazebo, saung, pavilion taman, adalah sebutan yang popular untuk bangunan semi permanent yang berada di tengah suatu taman. Bentuk sederhana tanpa dinding, gazebo hanya terdiri dari lantai, tiang penyangga atap dan atap saja. Ada yang mempermanis dengan pagar sekeliling untuk safetysaja apabila berada di tempat yang tinggi atau dikelilingi air. Pada jaman dahulu, fungsinya sebagai tempat beristirahat para bangsawan yang berjalan-jalan menikmati keindahan taman istana yang sangat luas.
Tetapi jangan berkecil hati apabila anda menginginkan kehadiran gazebo di halaman rumah anda, walaupun anda bukan bangsawan dan tidak memiliki taman yang sangat luas. Berbagai macam desain gazebo pun dapat menjadi pilihan untuk mempercantik taman rumah anda.
Sebelumnya saya ucapkan selamat kepada para pemilik gazebo yang telah sukses menghadirkan elemen ini di taman rumahnya, karena dedikasinya kepada desain taman. Harga per-unit yang dapat dikatakan paling mahal dibanding elemen taman lainnya membuat banyak orang menjadi enggan untuk menghadirkannya di halaman rumah.
Dilihat dari bentuknya yang besar dan berupa bangunan semi permanent, apabila kita tidak berhati-hati, kehadirannya dapat menjadi boomerang bagi desain taman kita. Taman dan pemandangannya menjadi berkesan sempit dan orang enggan duduk dan bersantai di gazebo yang sudah membuat anda merogoh kocek dalam-dalam.
Seperti apakah taman yang cocok untuk dihiasi gazebo? Pertama anda harus mengamati ukuran, bentuk, aktivitas di taman dan pemandangan yang ada dan dapat anda nikmati di taman anda. seberapa besarkah taman anda? Sebaiknya luasan gazebo tidak lebih dari 1/5 luasan taman anda. Apabila gazebo anda lebih besar dari itu maka taman anda terlihat penuh sesak dengan bangunan dan tidak asri lagi. ukuran gazebo sendiri minimal 2x2 meter agar kegiatan bersantai di dalamnya dapat leluasa.
Sama dengan teras rumah, keberadaan gazebo bertujuan agar kita dapat menikmati pemandangan. Tidak hanya keindahan taman anda, juga pemandangan di luar rumah yang mengelilingi anda, seperti pegunungan, lembah, sungai kecil bahkan city light. Sebisa mungkin gazebo berjarak cukup jauh dari dinding atau pagar massif terdekat yaitu sekitar 2 meter. Keadaan ini juga harus dikompensasi dengan adanya pemandangan yang sangat menarik dan leluasa di sisi berlawanan dari dinding, seperti adanya kolam ikan, kolam renang atau sudut taman lainnya. Dengan demikian perhatian kita lebih tertuju ke sisi lainnya itu. Beruntunglah bagi yang memuliki rumah di posisi hook, apalagi di perumahan yang tidak berpagar, karena dapat leluasa menempatkan gazebo pada posisi ideal yaitu di ujung hook halaman rumah anda.
Tidak hanya dengan tembok dan pagar, jarak dengan rumah/ teras terdekat juga harus menjadi pertimbangan kita. Karena pada dasarnya gazebo adalah perluasan teras rumah anda dan anda ingin menikmati aktivitas di taman anda dengan suasana yang meyatu dengan alam. Karena itu usahakan ‘perluasan’ ini anda lakukan ‘seluas’ mungkin. Usahakan gazebo terletak pada garis terjauh dari teras utama rumah anda, tetapi masih dapat terlihat jelas.
Walaupun terletak jauh, gazebo harus mudah dicapai agar dapat sesering mungkin digunakan. Pada taman berkontur apabila perlu dibangun tangga kecil. Sebaiknya jalur menuju gazebo dari teras terbesar dituntun dengan stepping stone yang berkelok-kelok. Apabila tempat gazebo sulit dicapai, seperti tempat yang terlalu terjal, sebaiknya anda berpikir dua kali sebelum membangun gazebo. Kecuali tentunya anda sekeluarga memiliki jiwa petualang.
Aktivitas apa yang ingin anda lakukan di gazebo? Sekedar bersantai, barbeque, sarapan atau minum teh sore hari, tempat bermain dan belajar anak atau untuk mushola? Atau untuk kegiatan yang tidak biasa seperti menempatkan Jacuzzi atau tempat fitness terbuka misalnya. Pastikan luasan yang tersedia cukup sesuai dengan luasan yang leluasa untuk aktivitas anda.
Seperti apakah gazebo pilihan anda?
Setelah anda siap dan bertekad bulat untuk membangun gazebo, bagaimana dengan desain gazebo yang ingin anda pilih. Karena ingin nuansa alami yang kental banyak yang langsung memilih gaya back to nature atau etnik sebagai pilihan. Tapi selain kedua jenis gazebo ini masih banyak model/jenis yang dapat dipilih dengan jenis material yang berbeda-beda pula.
Apakah anda tertarik untuk bereksperimen dengan gaya gazebo yang bermacan-macam? Mulai dari gaya country, modern, minimalis, American tergantung dari selera dan tentunya ada beberapa hal yang harus anda perhatikan dalam memilih model gazebo. Pertama-tama tentunya arsitektur/ desain rumah anda. Karena pada dasarnya gazebo merupakan paviliun mini maka sebaiknya tidak melenceng jauh dari arsitektur rumah. terutama bila gazebo anda dapat terlihat dari luar rumah sehingga tidak berkesan tambal-sulam.
Selain arsitektur rumah, juga kita sesuaikan dengan jenis taman rumah anda. Tetapi pada beberapa kasus anda dapat sedikit bereksperimen dengan menggabung gaya desain taman dan gazebo yang berbeda. (lihat box)
Langkah berikutnya dengan menentukan luasan gazebo. Apakah aktivitas yang anda ingin lakukan? Ukuran 2x2 meter sudah cukup besar dan leluasa untuk mengakomodasi berbagai aktivitas. Ukuran ruang dalam minimal 1,5 x 1,5 meter. Lengkapi gazebo anda dengan furniture secukupnya. Apakah aktivitas anda membutuhkan alat/piranti? Apabila piranti tersebut tidak tahan air dan cuaca anda dapat menyediakan tempat penyimpanan khusus yang kedap air. Tetapi sebaiknya kita gunakan material yang tahan cuaca agar tidak merepotkan.
Seperti apa dan material apa yang akan anda gunakan untuk gazsebo anda? Sangat tergantung juga dengan dana yang anda anggarkan. Gazebo built in memang mudah dan hasilnya bagus, anda perlu menganggarkan dana mulai dari 10 – 15 juta tergantung material dan ukuran. Gazebo dari kayu Damar Laut memiliki tampilan yang bagus dan kuat akan terpaan cuaca. Anda perlu merogoh sampai 30 juta per unit untuk memperolehnya. Tidak memiliki dana sebesar itu? Anda dapat memborongkannya kepada tukang kayu dan batu kepercayaan anda atau membuat sendiri. Anda cukup menyediakan dana sekitar 3 - 5 juta rupiah untuk gazebo kayu sederhana.
Percantik taman dan gazebo anda
Wow! Sebesar itukah biaya pembuatan gazebo? Karena itu kita tidak mau menyia-nyiakan uang dan mebiarkan taman kita terlihat ‘seadanya’. Tentunya anda ingin memaksimalkan taman yang sudah anda hias ini. Bagaimana caranya agar taman dan gazebo anda tampil maksimal?
Sesuai dengan harganya, gazebo biasanya merupakan point interest utama dalam taman sehingga desain taman mengikuti desain gazebo. Apabila keputusan menempatkan gazebo muncul setelah taman anda selesai dibangun, sebaiknya ada penyesuaian agar tidak terlihat tambal sulam.
Bila di taman anda terdapat elemen air, seperti air terjun, pancuran maupun hanya kolam biasa sebaiknya berdekatan dengan gazebo. Selain semakin menekankannya point interest taman, kehadiran air baik bunyi, riak maupun kesejukannya akan semakin menambah kenyamanan aktivitas di gazebo. Selain itu elemen air juga memberi pemandangan dari dalam gazebo.
Walaupun gazebo mempunyai atap, sebaiknya terhalang dari sinar matahari langsung. Apabila terdapat pohon besar dapat diletakan berdekatan agar sinar matahari langsung terhalang dan menurunkan suhu udara di dalam gazebo anda. Selain pohon, penghalang sinar matahari dapat berupa semak yang transparan/ pergola. Pergola dapat dipergunakan sebagai aksesories pemanis gazebo anda (lihat box).
Tetapi berhati-hatilah menempatkan gazebo di bawah pohon besar, sebaiknya tidak langsung di bawahnya tetapi di bawah kanopinya saja. Tidak dianjurkan untuk menepatkannya di bawah pohon buah (mangga, rambutan, kelapa) karena buah yang jatuh dapat merusak atap gazebo yang umunya tidak terlalu kuat. Beberapa jenis pohon buah menjadi inang serangga (semut, ulat bulu, kumbang, dll) sehingga apabila terlalu berdekatan dapat mengganggu kenyamanan pengguna.
Untuk lebih menarik anda bersantai di gazebo sesering mungkin, hubungkan rumah / teras dengan stepping stone berdesain unik. Dengan adanya jalur ini anda sekeluarga akan terasa terundang untuk berada di gazebo setiap ingin menikmati keindahan taman. Stepping stone sebaiknya dibuat berkelok-kelok melalui sudut-sudut taman yang menarik lainnya.
Untuk menambah keamanan dan kenyaman, letak gazebo anda sebaiknya dapat terlihat jelas dari dalam rumah. Pastikan pada malam hari juga mendapat pencahayaan yang cukup, baik dari lampu taman atau lampu khusus di dalam gazebo. Untuk tampilan maksimal anda dapat memberikan pencahayaan khusu pada gazebo anda dengan uplight dan lampu mozaik. Paling baik apabila lampu-lampu ini memiliki sekring tersendiri sehingga tidak mempengaruhi pemakaian listrik di rumah anda. Usahakan lampu gazebo dapat dinyalakan dari dalam rumah untuk memudahkan pada cuaca buruk.
BOX
Jenis gazebo
1. natural. Gaya natural dapat ditengarai dari bahan kayu atau batu ekspose sesungguhnya maupun artificial. Model gazebo ini memang paling banyak digunakan. Bahan yang digunakan dapat dari batu dan kayu sungguhan atau dari beton yang dicor dan difinish menyerupai batang kayu. Tampak batu alam didapat dari finishing tempelan batu.
2. etnik. Biasanya terbuat dari bahan kayu atau bamboo. Bentuknya mengadaptasi ornament dari bangunan adat. Seperti joglo, sirap, ornament makota atau… maupun ukiran atau motif lain pada tiangnya. Jenis ini banyak dijual dalam bentuk built in dan tinggal dirakit oleh suppliernya di rumah anda sesuai model dan ukuran yang anda inginkan.
3. country. Identik dengan penggunaan batu alam atau bata ekspose. Bedanya dengan jenis natural, jenis ini bergaris tegas. Tiangnya dapat dari kayu yang dengan finishing natural atau tiang beton dengan finishing batu alam. Walaupun warnanya masih dominant warma natural (kayu, teracota) kadang sudah ada sentuhan bahan artificial seperti keramik dan besi.
4. modern. Sudah tidak didominasi warna natural maupun finishing bahan natural seperti kayu dan batu alam. Biasanya menggunakan material bata, beton dan kayu yang di cat. Bentuknya juga sangat beragam dan tidak melulu seperti gazebo yang biasa ditemui.
5. industrial. Didominasi bahan metal, besi dan alumunium yang berwarna logam. Jenis ini memang jarang dijumpai di taman rumah karena lebih cocok untuk tempat umum seperti di perkantoran atau tempat wisata.
6. classic. Biasanya dihiasi dengan tiang berornamen, seperti pillar. Dengan atap lengkung yang anggun dan bernuansa putih sangat cocok apabila disandingkan dengan rumah bergaya klasik yang dikelilingi taman Perancis/ Victorian.
Untuk mempermanis tampilan gazebo anda dapat dipilih beberapa ornament seperti
1. wind chime / kincir angin. Suara yang mengiringi desiran angin dapat menciptakan suasana berbeda dan menenangkan hati yang mendengarnya. Pilihlah lonceng angin yang sesuai dengan keinginan anda. Dari bamboo, kayu bahkan logam.
2. furniture. Yaitu kursi-meja, bantal, balai-balai/ dipan. Permanent maupun portable. Pada beberapa desain kursi meja dibangun fix, tetapi tidak menutup kemungkinan anda berkreasi dengan bermacam jenis furniture. Pilih yang tahan cuaca dan tahan air agar tahan lama.
3. lampu penerangan maupun decorative (untuk pemakaian malam hari). Untuk penerangan decorative dapat menggunakan lampu sorot, lampu up light, atrau lampu reces (ditanam di lantai atau tembok). Untuk menciptakan efek pencahayaan sederhana dapat mencoba dengan lampu gantung mozaik warna-warni atau berwarna coklat. Cahaya yang lebih redup dapat menciptakan suasana berbeda.
4. trellis/ rambatan tanaman. Bagi yang romantis, rambatan tanaman pada tiang dan sekeliling atap gazebo sanagat cocok. Pilihlah tanaman yang tidak terlalu berat, seperti Stepanut, clematis dan air mata pengantin. Alamanda, Sudokalimo atau Flame of irian terlalu berat dan rimbun. Pastikan struktur gazebo anda cukup kuat untuk menahan beban tambahan. Apabila tidak pergunakan perkuatan besi beton atau struktur tersendiri.
aspek teknis
1. material gazebo.
Beton atau pasangan bata adalah material yang paling kuat dan tahan cuaca. Finishing tidak selalui dengan cat, anda dapat berkreasi dengan berbagai batu alam, keramik, teracota dan lain-lain. Tentunya karena strukturnya lebih berat, harganya pun cukup mahal.
Kayu memiliki struktur yang ringan. Tetapi tidak semua kayu tahan cuaca. Biasanya kayu kelapa atau damar laut menjadi pilihan yang cukup baik. Permukaan kayu akan melapuk dimakan cuaca karena itu harus dicat/ coating ulang secara berkala.
Besi juga relative ringan, kuat dan tahan lama. Pastikan anda memilih besi yang bermutu baik dan diberi perlakuan anti karat.
2. pondasi dan struktur. Semakin berat material gazebo tentunya butuh pondasi yang semakin kuat. Tanah tempat gazebo anda juga harus stabil. Atap yang terlalu tinggi dapat membuat struktur mahal karena harus menahan beban dan angina yang terlalu besar. Pisahkan struktur lantai dengan struktur atap dan tiang agar beban lebih kecil. Biasanya tiang hanya mebutuhkan pondasi umpak setempat saja. Sebelum membuat jelaskan kepada ahli bangunan anda agar tidak terjadi kesalahan.
3. drainage. Karena selalu terekspose air hujan maka drainage pada lantai sangat perlu. Pada lantai semen atau lantai keras lainnya dapat diberi kemiringan 1% ke satu arah saja. Apabila menggunakan con block tidak perlu karena bahan ini meneruskan air.
4. instalasi listrik. Sebaiknya memiliki jalur sendiri. Untuk menjaga apabila terjadi kosleting maka listrik di dalam rumah tidak terpengaruh. Jalur dapat disatukan dengan instalasi penerangan taman. Sebaiknya kabel-kabel ini ditanam dalam beton atau dibungkus pipa pralon agar terlindungi dari panas dan hujan. Udara panas atau sinar matahari langsung dapat menyebabkan kawat getas dan mudah rapuh.
Juli 03, 2010
GAZEBO PEMANIS TAMAN
Diposting oleh Agus Nur Chaliq di 23.01 0 komentar
Mei 16, 2010
'TANAMAN LANSKAP' Pengetahuan Dasar Penggunaan dan Penanaman
By Lestari Suryandari SP MSi
Pada dasarnya, elemen pembentuk dari desain lanskap adalah softscape dan hardscape
Softscape adalah elemen desain lanskap berupa tanaman hidup. sedangkan hardscape adalah
elemen desain lanskap yang berupa non-tanaman atau benda mati.
Yang disebut dengan tanaman adalah segala jenis tetumbuhan yang sengaja ditanam di suatu tapak dengan tujuan tertentu.
Sedangkan yang dimaksud dengan tumbuhan adalah makhluk tetumbuhan hidup, baik sengaja ditanam maupun tumbuh dengan sendirinya.
Bagaimanakah cara mendesain lanskap?
Pada dasarnya, ada dua macam desain taman yang umum, yaiu desain dua dimensional dan tiga dimensional.
Desain dua dimensional adalah yang biasa kita temui pada taman dekorasi di acara pernikahan atau seminar yang mengisi
pojok-pojok ruangan dan panggung. seperti namanya, taman ini memang bertujuan sebagai dekorasi belaka dan mementingkan segi estetis
dari sudut pandang tertentu. Karena merupakan taman sementara, maka pemilihan dan susunan tanaman hanya memperhitungkan
segi estetis belaka. Yang diperhatikan hanya kaidah komposisi yaitu tema, gradasi, kontras dan kontrol.
Baik untuk taman per taman maupun anar taman di lingkungan yang sama. misalnya taman di daerah peerima tamu, sudut dan panggung.
Taman dua dimensional ini biasanya dapat dikerjakan oleh pemula. Mendesain taman dua dimensi sanagat baik dilakukan
oleh siswa arsitektur lanskap sebagai latihan dalam pemahaman implementasi elemen desain.
Desain tiga dimensional adalah desain lanskap yang sesungguhnya, dimana sama dengan desain arsitektur dan perencanaan,
pada dasarnya adalah bagaimana menciptakan ruang-ruang kegiatan dengan menggunakan elemen lanskap yang dikomposisikan
sesuai dengan berbagai kaidah desain lanskap.
Bagaimanakah caranya menciptakan ruang kegiatan? Ruang atau benda tiga dimensi disusun dari tiga komponen, yaitu :
lantai, dinding dan atap.
TANAMAN PEMBENTUK LANSKAP
Bagaimana menciptakan lantai dinding dan atap padahal kita tahu bahwa desain lanskap adalah desain ruang luar?
Pertama-tama kita harus mengenal lebih jauh mengenai komponen pembentuk lanskap, yaitu softscape dan hardscape.
Softscape yang berupa tanaman diklasifikasikan menjadi tiga kategori, yaitu :
1. Rumput dan Groundcovers / Tanaman Penutup Tanah (GC). semua tanaman yang pada kondisi normal dan dewasa dapat tumbuh
mencapai ketinggian 30-300 mm dari tanah.
2. Perdu & Semak. Adalah semua jenis tanaman yang pada kondisi normal dan dewasa dapat tumbuh
mencapai ketinggian 500-5000 mm dari tanah.
3. Pohon. Adalah semua jenis tanaman yang pada kondisi normal dan dewasa dapat tumbuh
melebihi ketinggian 5000 mm dari tanah.
Dari tiga kategori tanaman tersebut dapat kita lihat bahwa rumput dan GC adalah jenis tanaman
yang dapat berfungsi sebaga lantai dan border pembentuk ruangan. Beberapa jenis rumput yang pendek dan tahan injak
dapat berfungsi sebagai lantai. Beberapa jenis GC yang lebih tinggi dan tidak tahan injak berfungsi sebagai tanaman border
yang membentuk ruangan dan mengarahkan sirkulasi manusia.
Perdu dan semak rendah (tinggi 500-1000 mm) juga dapat berfungsi sebagai border. Sedangkan semak dan perdu sedang ( 1000-1500 mm)
dan tinggi (1500-5000mm) dapat berfungsi sebagai dinding.
Pohon pendek (5000-10.000 m) dan semak tinggi dapat berfungsi sebagai dinding. Tetapi biasanya pohon berfungsi sebagai atap.
Berbagai macam hardscape juga dapat dipilih untuk melengkapi desain taman.Baik yang berfungsi
sebagai site furniture maupun elemen taman.
Karena makalah ini berfokus akan pemakaian dan
pemilihan tanaman lanskap maka seterusnya hanya akan membahas
mengenai cara menggunakan tanaman saja.
METODA DESAIN LANSKAP
Sebelumnya akan saya jelaskan mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mendesain suatu lanskap. Menurut berbagai theori
lanskap, pada umumnya menggunakan metoda Simmonds yaitu :
Inventarisasi – Analisis – Sintesis – Perencanaan – perancangan – Pelaksanaan – Pemeliharaan – Evaluasi
Pendekatan metode ini umum digunakan oleh para arsitek lanskap dalam mendesain suatu lanskap.
Inventarisasi : Proses pengumpulan segala data yang ada dan diperlukan mengenai tapak yang yang akan di desain,
baik berupa data fisik (dimensi, topografi, klimatologi, view, akses, dll), sosial budaya dan fungsional (aktivitas dan fungsi).
1. Analisis : mengaitkan semua data yang terkumpul sehingga dapat diketahui potensi, kendala dan hazard yang ada pada tapak.
2. Sintesis : Dengan mengaitkan hasil sintesis dapat disusun block plan/ program ruang.
3. Perencanaan : Juga dikenal sebagai gambar skematis. rencana ini telah menunjukan ruang-ruang, sirkulasi dan aktivitas
yang dapat dilakukan serta rencana elemen yang akan digunakan untuk mewujudkan rencana tersebut.
4. Perancangan : sudah terbentuk menjadi suatu gambar denah yang dapat diturunkan menjadi gambar kerja yang komprehensif
dan dapat dilaksanakan di tapak. Output berupa gambar site plan, planting plan, spesifikasi dan Rancangan Anggaran Biaya (RAB).
5. Pelaksanaan : Implementasi gambar kerja tersebut pada tapak.
6. Pemeliharaan : Pada dasarnya terdiri dari kegiatan penyiraman, pemupukan, pemangkasan, penggemburan tanah dan
pemberantasan hama penyakit. Kegiatan ini penting dilakukan terutama pada tanaman yang baru saja ditanam agar dapat
tumbuh subur dan optimal. Kegiatan ini penting dilakukan, sebab tamanyang baru ditanam butuh waktu untuk tumbuh
menjadi seperti yang diinginkan oleh desainer. Jangka waktu dat berkisar antara 3-5 tahun, bahkan 10 tahun untuk mencapai
puncak desain yang diinginkan. Selama itu tamana akan senantiasa mengalami perubahan, tumbuh besar dan berkembang biak.
Dengan pemeliharaan yang baik tanaman yang pada mulanya kecil dan jarang dapat menjelma menjadi tanaman yang kuat dan subur.
7. Evaluasi : pada umumnya evaluasi sudah dimulai sejak perencanaan dengan berbagai pertimbangan untuk mendapatkan desain
yang lebih baik. Perubahan desain lazim dilakukan karena berbagai faktor, misalnya kerena ketersediaan tanaman atau elemen
tanaman yang lain. Adanya perbedaan keadaan lapangan yang sesungguhnya dengan di atas kertas. Adanya inovasi atau masukan
mengenai material lain yang lebih sesuai.
Dalam kenyataan di lapangan, seorang arsitek lanskap yang menghadapi klien juga harus terampil dalam menggali keinginan
dan keadaan klien sehingga desain yang tercipta optimal dan dapat berkelanjutan. Ingatlah bahwa desain lanskap menggunakan
tumbuhan yang merupakan makhluk hidup yang terus tumbuh, berkembang dan berkembang biak. Sangatlah disayangkan bila
sering terjadi renovasi dan perubahan tanaman karena desain yang tidak berkelanjutan. Tidak hanya waktu dan biaya
juga tetumbuhan yang harus terbuang dan mati sia-sia.
Untuk mencegah terjadinya desain yang terbuang maka harus diadakan pendekatan yang berbeda dalam
menghadapi klien, yaitu:
- Tentukan aktivitas yg akan dilakukan
- Komitmen pemeliharaan pemilik
- Luasan lahan
- Kumpulkan referensi
- Sesuaikan dengan arsitektur rumah
1. Aktivitas : Desain lanskap tiga dimensional bertujuan menciptakan ruang-ruang yang mengakomodasi aktivitas pengguna
tapak. Karena itu tentukanlah dulu aktivitas apa dan seberapa intensitasnya yang hendak dilakukan pada suatu tapak.
Aktivitas, terutama di taman rumah tinggal, seringkali menjadi sangat personal karena manusia memiliki pola hidup yang
berbeda-beda. Desain taman yang akhirnya hanya menjadi pemandangan dari jendela dengan yang dinikmati langsung akan
sangat berbeda.
2. Komitmen pemeliharaan : Seberapa rumit dan hebatnya suatu desain lanskap akan percuma apabila tidak terpelihara.
Sebelum mendesain harus diyakinkan seberapa jauh daya dan biaya yang dapat dialokasikan oleh pengelola (pemilik) dalam
memelihara desain lanskap yang akan dibuat. Apabila komitmen pengelola rendah sebaiknya dibuat desain yang sederhana
menggunakan bahan yang tahan lama sehingga tidak butuh banyak waktu dan biaya.Biasanya semakin rumit dan mahal suatu desain
maka semakin besar juga daya yang harus dialokasikan untuk pemeliharaan.
3. Luasan lahan : yang dimaksud adalah luasan lahan tersedia yang dapat dipergunakan untuk aktivitas. Terkadang luasan
lahan yang dapat menampung aktivitas dibatasi kontur yang tajam atau aksebilitas. Apabila terbatas tentunya
mempengaruhi
juga aktivitas apa saja yang dapat diakomodasi di tapak. Luasan yang terbatas dapat digunakan untuk suatu
taman yang bersifat dua dimensional saja. seringkali penggunaan pot yang disusun pada rak, digantung dan taman dinding
dapat menghadirkan kehijauan.
4. Referensi : Seringkali klien/ pemilik tidak tahu/ tidak dapat mengkomunikasikan taman seperti apa yang disukai dan
tidak disukai. Karena itu akan sangat membantu apabila arsitek lanskap memiliki foto/ gambar desain taman sebagai
referensi untuk memberikan gambaran konkrit seperti apa taman dan tanaman yang akan digunakan dalam desain.
5. Sesuaikan dengan arsitektur bangunan : Desain lanskap yang baik harus mengkomplemen bangunan. Biasanya desain bangunan
telah ditetapkan terlebih dahulu sebelum desian lanskap. Apabila pada arsitektur ada gaya tertentu maka desain taman/lanskap
juga mempunyai gaya tertentu. Walaupun suatu bangunan klasik tidak harus juga dihias dengan taman bergaya klasik, tetapi
harus diperhatikan keselarasannya.
MENGGUNAKAN TANAMAN DALAM DESAIN LANSKAP
Rumput & GC
Beberapa jenis rumput yang tahan injak biasanya berfungsi sebagai lantai dalam desain lanskap. Walaupun lantai lanskap
tidak harus mengunakan rumput. Pada tempat yang aktivitasnya tinggi dapat digunakan perkerasan seperti paving block,
grass block, deck, batu alam dan lain-lain.
Keuntungan menggunakan rumput sebagai lantai dibandingkan dengan perkerasan, salah satunya adalah optimalnya resapan
air hujan ke dalam tanah. Bilah rumput juga dapat menyerap gelombang panas dan cahaya sinar matahari sebagai bahan fotosintesis
sehingga tidak silau dan mengurangi efek pemanasan global. Rumput juga menyediakan habitat bagi serangga kecil seperti
jangkrik dan cacing sehingga tanah yang
ditutupi rumput akan semakin subur. Serangga kecil juga berguna untuk keseimbangan
ekosistem sehingga mengurangi ancaman hama dan penyakit pada tanaman yang lebih besar.
Kekurangan rumput dibandingkan perkerasan, tentunya adalah kekuatan akan injakan dan aktivitas yang tinggi.
Apabila ditumpangi benda berat lama kelamaan rumput akan mati dan terbukalah tanah yang mengotori kaki.
Untuk pool deck tidak disarankan menggunakan rumput karena dapat menjadi becek dan mengotori air kolam renang.
Berbeda dengan rumput. Walaupun sama-sama tanaman pendek, GC berfungsi sebagai tanaman border.
Gunanya membuat pola-pola tertentu pada tapak sehingga dapat tercipta ruang dan sirkulasi tanpa harus menghalangi pandangan mata.
GC biasanya tidak tahan injak, sehingga untuk menghindarkan dari kerusakan karena diterobos pengguna, perhitungkanlah dengan
cermat aktivitas dan perilaku yang mungkin terjadi. dalam komposisi seringkali tanaman border juga dipadu dengan semak
pendek sehigga tercipta border yang lebih indah dan massif.
Akar rumput dan GC dapat melindungi tanah dari erosi. Rumput dapat ditanam sampai kemiringan 30 %,
Bahkan GC jenis tertentu yang memiliki akar lebih kuat dapat ditanam sampai kemiringan 100 %.
Tetapi untuk kemiringan lebih dari itu disarankan menggunakan turap.
Dalam penanaman, rumput & GC menghendaki habitat yang kaya sinar matahari dan drainase yg baik.
Sedikit sekali jenis rumput dan GC yang tahan naungan. Walaupun beberapa jenis lumut, paku dan semanggi dapat menutup tanah
yang dinaungi, memreka tidak tahan injak. Biasanya tanaman tingkat rendah ini digunakan pada taman sementara/dekoratif saja.
GC yang memiliki bunga berwarna-warni umumnya menghendaki
penyinaran penuh sampai setengah naungan. Demikian juga
berbagai jenis tumput yang memiliki tekstur halus. Untuk mendapatkan peyinaran optimal harus diperhatikan arah sinar matahari,
letak bangunan dan tanaman tinggi lain agar tidak menghalangi. Minimal dalam satu hari tanaman terekspose selama 10-6 jam.
Perdu & Semak
Perdu
: Tumbuhan berkayu dengan tinggi dewasa 500-3000 mm, tidak memiliki percabangan utama.
Semak : Tumbuhan berkayu, suculent dan palem dengan tinggi dewasa 500-3000mm yang memiliki percabangan utama dari
pokok/ bagian bawah tumbuhan.
Tanaman merambat : disebut juga climber atau weeper, tergantung apakah sifat alaminya merambat ke atas atau ke samping.
Pada umumnya tanaman rambat berkayu dapat memanjat lebih tinggi dibanding yang tidak. Tentunya tanaman berkayu memiliki
bobot lebih tinggi dibanding yang tidak berkayu.
Palem : Jenis tanaman berbiji tunggal yang termasuk keluarga palmae.
Suculent : Jenis tanaman berbiji tunggal yang habitat aslinya dari daerah yang sulit air, sehingga batang dan daunnya keras
dan berlapis lilin karena menyimpan air. Pada beberapa jenis yang sangat tahan kekeringan daunnya berupa duri-duri saja.
Tanaman jenis ini biasanya menghendaki sinar matahari penuh dan tidak perlu diairi setiap hari.
Dalam desain lanskap, terutama jenis taman tropis, perdu dan semak paling banyak digunakan. Fungsinya dalam desain adalah:
1. Sebagai dinding pembatas, baik untuk membentuk ruang maupun mengarahkan aktivitas. Untuk fungsi ini
dapat digunakan perdu dan semak yang massif dengan susun zig-zag.
2. Sebagai buffer. hampir sama dengan dinding tapi terhadap polusi dan menutup pandangan yang tidak menyenangkan. Polusi seperti
bau, suara dan debu. Yang digunakan biasanya semak dengan tekstur halus, daunnya kecil-kecil rapat dan rimbun. Lebih disukai bila
daun berbulukarena dapat menjerap debu lebih banyak. Ditanam dalam kelompok ecara zig-zag juga.
3. Sebagai point of interest. Fungsi ini biasanya oleh taman yang bentuk atau dan warnanya atraktif, seperti palem2 pendek,
Sikas, Nolina, bonsai beringin. Biasanya point interest ini disandang oleh tanaman yg ditanam tunggal, bukan berkelompok.
Banyak hal yang menjadi daya tarik suatu tanaman perdu/semak. bisa karena warna bunga/daun, bentuk yang unik, aroma, dll.
seringkali tanaman tunggal dikombinasikan dengan komposisi tanaman border yang membingkai dan menguatkan keunikannya.
Pohon
Pada dasarnya ada 5 jenis dasar pohon.Dalam desain lanskap, kelima bentuk dasar ini memiliki fungsi masing-masing :
- Segitiga/ kolumnar
Berfungsi sebagai pengantar, bentuknya yg tegak dapat membentuk koridor apabila ditanam dalam posisi berjajar.
Biasanya pohon jenis cemara seperti : Cupressus sp (Cemara Natal), Araucaria heterophylla (Cemara Norfolk), Casuarina equisetifolia (Cemara udang). Jenis lain seperti Agathis damara (Damar), Eucalyptus alba (Kayu Putih), Terminalia catapa (Ketapang), Polyathea longifolia (Glodogan tiang), dll.
Bentuknya yg tegak memberikan garis tegas dan dpt memperkuat karakter arsitektur yg megah.
Tajuknya tidak memberikan naungan sehingga fungsinya lebih banyak vertikal.
Fungsi ini juga dapat digantikan oleh beberapa jenis palem tinggi seperti Roystonea regia (Palem Raja), Cocos nucifera (Kelapa), Neodypsis boronii (Palem Red Neck), dll.
Apabila tajuknya cukup masif dapat menjadi buffer yang baik.
- Bulat
Tajuk masifnya berfungsi sebagai buffer dan penaung
Apabila digunakan sebagai pohon jalan harus diperhatikan apakah memiliki buah/biji yang cukup besar.
Pohon buah yg dapat dimakan sebaiknya tidak digunakan pada ruang publik karena mengundang vandalisme.
Untuk menambah warna gunakan pohon berbunga seperti Plumeria alba
- Payung
Biasanya berupa pohon sedang- tinggi.
Bentuknya yg memayung memberikan perlindungan maksimal dari sinar matahari dan hujan langsung.
Banyak jenis yang banyak menggugurkan daun, seperti : Delonix regia (Flamboyan merah) Jacaranda mimosifolia (Sakura)& Samanea saman (Trembesi) sehingga perlu pembersihan ekstra atau dapat ditempatkan pada daerah yang dihutankan (tidak perlu disapu).
Beberapa jenis memiliki akar yang kuat dan banir seperti Ceiba pentandra (kapuk randu)sehingga tidak tepat berada di dekat perkerasan atau pada roof garden.
Jenis yang cukup baik seperti Spatodea campanulata (Flame of Africa), Cassia fistula, Delonix floribunda (Flamboyan kuning), Eritherina crista-galli (Dadap ayam) dan Plumeria rubra (Kamboja merah) tidak banyak menggugurkan daun.
- Kipas
Bentuk kipas merupakan bentukan yang sangat jarang. dimiliki oleh Ravenala madagascariensis (pisang kipas)
Dapat dipergunakan sebagai point interest karena bentuknya yg atraktif
Dapat digunakan dalam kelompok sebagai pengantar apabila ditanam berjejer. Tetapi tidak pada koridor, karena akan berkesan sempit.
- Irregular
Pohon bentuk irregular biasa digunakan sebagai point interest dan ditanam sendirian.
Bentuknya yang tidak beraturan tidak pas ditanam dalam kelompok atau barisan.
Dalam kelompok pepohonan biasanya diselipkan pohon bentuk ini agar desain tidak membosankan.
Selain dari bentuknya, fungsi pohon dalam lanskap juga dibedakan menurut tinggi pohon:
POHON PENDEK : 5 – 10 M
POHON SEDANG : 10 – 20 M
POHON TINGGI : 20 – 50 M
Perlu diingat bahwa baik yang dimaksud bentuk dan tinggi pohon adalah keadaan dewasa dan normal
Diposting oleh Agus Nur Chaliq di 21.06 0 komentar
