Januari 12, 2011

Macam-macam kebijakan pertanian


1. Kebijakan Harga (Price policy)
Tujuan :
- Mencegah para penjual dan pembeli dari permainan harga.
- Mempengaruhi tingkat & stabilitas harga2 yg diterima        petani dari hasil usaha tani.
a. Kebijakan harga maksimum/atap (ceiling price )
Merupakan harga yang umumnya ditetapkan di bawah harga keseimbangan. Biasanya digunakan untuk mencegah terjadinya inflasi. Kebijakan ini di lain pihak berakibat pada adanya pasar gelap, hal pendistribusian, dan masalah penimbunan barang.
b. Kebijakan Harga Dasar (Bottom Price)
            Merupakan harga yang ditentukan di atas harga titik keseimbangan. Biasanya digunakan untuk menunjang harga hasil pertanian dan pendapatan.
            Di sisi lain harga dasar mengakibatkan hasil pertanian yang ada disimpan, atau dikeluarkan secara besar-besaran, dan mungkin juga dijual di pasar-pasar yang tidak kompetitif à Keuntungan berlebih.
2. Kebijakan pemasaran (marketing policy)
Tujuan : agar pemasaran baik lokal maupun ekspor efisien.
3. Kebijakan input (input policy)
Tujuan : mempengaruhi harga2 & sistem pembelian input2 variabel yg digunakan dalam usaha tani. Contoh ; subsidi pupuk.
4. Kebijakan kredit (credit policy)
            Berhubungan dengan perolehan modal kerja untuk membeli input2 variabel yg digunakan dalam usaha tani.
5. Kebijakan mekanisasi (mechanisation policy)
Tujuan : mempengaruhi langkah & arah petani dalam mengadopsi teknologi mekanis / modal tetap usaha tani.
6. Kebijakan land reform
Tujuan : merubah distribusi kepemilikan / kondisi2 yg berhubungan dengan tanah sebagai sumber daya usaha tani.
7. Kebijakan penelitian (research policy)
            Berkaitan dengan penggalian & penyebaran teknologi baru yg dirancang u/ meningkatkan produktivitas sumber daya dalam usaha tani.
8. Kebijakan pengairan (irrigation policy)
            Berkaitan dengan perolehan air sebagai sumber daya dalam usaha tani.

0 komentar:

efek